BORDER (2014)


400px-Border

Ango Ishikawa (Oguri Shun) is a detective with smarts and a keen sense of observation. He’s in a great physical shape and also highly ambitious. Ishikawa also only focuses on his work and his personal life is pretty much non-existent. One day, a former police officer is killed by a gun shot. Ango goes to the scene of the crime, but is shot in the head by the killer who is lurking at the crime scene. Ango hovers between life and death. At that time, he thinks to himself “where do people go after they die?” and then “I don’t want to die.” A miracle then happens. Ishikawa survives with the bullet still lodged in his head. He goes back to work. A new murder case takes place. When he goes to the crime scene he notices a boy who looks like he is about to cry, but only Ishikawa is able to see the boy. The boy is the one who was killed. Since Ango was shot, he can now see and talk with the dead.
(source : dramawiki.com)

Sensical story from nonsensical premise

Ada banyak drama tentang polisi yang sudah saya tonton. Baik itu produksi AS ato Jepun. Tapi baru kali ini saya melihat drama dengan cerita detektif yang bisa melihat dan berkomunikasi dengan orang mati. Awalnya saya tidak yakin apakah ceritanya bisa bagus. Tapi berhubung saya suka dengan Oguri Shun maka saya coba untuk menontonnya… And It was excellent …
Saya tidak pernah ngikuti live drama sebelumnya. Biasanya nunggu komplit dulu. Tapi Border membuat saya rajin ngecek di doramax, apa sudah ada episode border terbaru yang siap ditonton. Bahkan saya memfollow twitter ‘tukang’ ngesub nya
Cerita Border di tiap episodenya sangat intens. Meski Ishikawa bisa berbicara dengan korban, bukan berarti kasusnya jadi mudah. Ishikawa tetap harus kerja keras untuk membuktikan kebenaran dan menyeret si pelaku ke pengadilan. Yang bikin saya makin cintrong dengan Border adalah realitas dalam tiap cerita. Ceritanya bermain dengan psikologi manusia. Mulai pembunuh narsis hingga seorang salary man yang tidak sengaja mati karena kecerobohannya. Saking real nya saya ikut nyesek di episode 7 ketika seorang anak pejabat yang lolos begitu saja dari kasus tabrak lari (pernah terjadi di negeri ini kan ?? ) bahkan membunuh saksi . Tidak semua kasus bisa diselesaikan. Tidak semua kasus memiliki jawaban. Episode 8 benar-benar tak terduga. Final episode nya perfectly killed me… Ga heran kalau ratingnya terus naik tiap episode. Sayang Border hanya 9 episode T.T
Dari segi karakter dan akting, saya pikir semuanya brillian membawakan perannya masing-masing. Ishikawa yg stoic tapi tetep bisa bercanda dengan Tachibana, partner sependeritaannya. Atau Tachibana, the plucky sidekick. Atau Higa si coroner yang dingin. No Loveline ~well, this wasn’t Korean drama after all 😛 but the relationship between all character is great. Ga heran juga karena deretan cast nya aktor kawakan semua. Jadi tidak heran kalo aktingnya juga jempolan ..
So, I recommeded you to watch Border … just get rid all the nonsensical stuff ~yups the hacker duo for example~ and stick to the story.. Its suprisingly good ..

Advertisements

~ by zee on 2015/07/01.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: