CHARLIE HEBDO : FREEDOM OF SPEECH OR WHAT ??


imageYou must believe Holocaust, You can’t mock the Pope, You can’t insult anyone anywhere …

but you can freely insult moslem, mocking their Prophet, calling them terrorist, whatever you want ..

Sebagai seorang muslim, sudah capek rasanya menghitung berapa kali media asing, terutama Eropa, wabil khusus Prancis, Belanda dan negara sekitarnya, menginjak-injak kesucian agama Islam. Mulai dari Rosulullah SAW digambarkan sebagai teroris pedopil, sampai Al Quran diinjak-injak. Semua berdalih kebebasan berekspresi dan berbicara.

Kasus teranyar, ketika Majalah satir Prancis, Charlie Hebdon, memuat karikatur yang melecehkan Rosulullah SAW (lagi !!) yang akhirnya berbuntut penyerangan pada kantor majalah tersebut pada tanggal 7 Januari 2015 kemarin. 12 orang tewas. Pelaku penyerangan dan penyanderaan mati ditembak polisi. Dunia pun mengutuk serangan tersebut. Satu juta orang turun ke jalanan Paris. Puluhan tokoh dunia dan kepala negara turut ambil bagian mengutuk tindakan ‘teror’ tersebut. Perdana Menteri Inggris menyatakan tidak akan mentoleransi tindakan teroris yang menghancurkan nilai demokrasi dan kebebasan berbicara.

 

Freedom of Act & Speech : Double Standart

Tidak ada asap jika tidak ada api. Mungkin itulah peribahasa yang tepat untuk menggambarkan tragedi tersebut. Saya tidak membenarkan tindakan kekerasan yang berdarah-darah dan menewaskan belasan orang tersebut. Kekerasan tidak akan menghasilkan apapun. VIOLENT WONT SOLVE THE PROBLEM. Mengambil nyawa manusia lain tidak dibenarkan dalam Islam tanpa alasan yang jelas. Rosulullah SAW juga tidak pernah mencontohkan kekerasan yang membabi-buta. Saya tidak akan membahas kejadian ini dari sisi kekerasan yang dilakukan ‘kelompok militan’ muslim Perancis tersebut.

Namun, salahkah jika kaum muslimin meradang melihat Rosulullah SAW yang kita muliakan dihina dina sedemikian rupa oleh orang-orang yang sama sekali tidak mengenalnya ? Relakah kami ??? Tentu saja tidak. Mungkin ada yang berpendapat, halah itu kan hanya gambar saja, ga ngaruh lah sama Rosulullah .. Ga usah sensi gitu lah jadi muslim .. Nah, kalo sekarang saya balik nanya, marahkah anda jika saya bilang Ayah anda pencuri dan Ibu Anda pelacur ? Atau, tersinggungkah anda jika saya menggambar istri/suami yang anda cintai dengan gambar yang melecehkan mereka ?? Kalau anda ga ngerasa apa-apa, sepertinya ada yang salah dengan pikiran dan hati anda. Gah, bahkan SBY dulu ngamuk-ngamuk ketika ada kerbau yang ditulisi SBY, meski tidak seorangpun yang bicara bahwa kerbau itu adalah SBY.

Adalah reaksi yang wajar, jika seseorang merasa tersinggung ketika sesuatu yang disayanginya dilecehkan dan dihina orang. Apalagi ketika yang dihina itu adalah Rosulullah SAW. Pembawa risalah Islam. Yang kita peringati kelahirannya secara besar-besaran tiap tahun. Yang kita selalu melantunkan shalawat padanya. Seseorang yang mulia. UTUSAN ALLAH !!!. Apa yang diharapkan oleh seseorang ketika dia menghina beliau ? Ucapan selamat ?? Konyol sekali

Dalam kasus Charlie Hebdo ini, kelompok muslim Perancis sudah pernah melayangkan gugatan kepada redaksi majalah tersebut atas pemuatan karikatur yang melecehkan Rosulullah SAW pada tahun 2007. Namun pengadilan Perancis menolak gugatan itu dengan dalih kebebasan berpendapat dan berekspresi. Gelombang protes yang dilakukan kaum muslimin di dunia pun dianggap angin lalu. Bahkan banyak tokoh dan pemimpin dunia yang mengamininya dan menegaskan bahwa kebebasan berpendapat dan berekspresi adalah hal yang harus dijaga dan diperjuangkan.

Ironisnya, di negeri yang sama, Perancis, melarang pemakaian niqab dan burka dengan alasan itu menunjukkan simbol-simbol keagamaan. Seharusnya, kalau mereka konsisten dengan ide kebebasan, seharusnya orang mau pake apa saja boleh dong .. kan kebebasan !! Begitu juga ketika majalah Charlie Hebdo memuat karikatur yang dianggap melecehkan Nicholas Sarkozy pada tahun 2008, sang kartunis Maurice Sinet, langsung dipecat. So, kalau melecehkan Rosulullah SAW kebebasan berekspresi, tapi kalo melecehkan Sarkozy tidak, begitu ? trus dimana letak kebebasan berpendapat dan berperilaku itu ??

Jika kita mau teliti dan belajar tentang kasus-kasus yang menyangkut kebebasan berpendapat dan berperilaku, kita akan menemukan betapa tidak adil penggunaan kebebasan itu ketika menyangkut kaum muslimin dan Islam. Ketika golongan agama tertentu menolak sebuah film atau buku dengan dalih bisa membahayakan keimanan mereka, tidak seorang pun berkomentar. Tetapi ketika kaum muslimin menolak sebuah film atau mengecam sebuah buku, maka dianggap sebagai golongan yang puritan, anti kebebasan. Saya tidak sedang membangun opini tertentu, tapi jika anda memiliki pikiran yang jujur dan jernih, lihatlah peristiwa-peristiwa di sekitar kita. Nasional maupun internasional. Standar ganda itu ternyata berlaku dimana-mana, disegala bidang. Menyedihkan !!

Be Fair !!!

Saya meyakini tidak ada kebebasan yang mutlak. Semua punya batasan-batasan tertentu yang harus ditaati oleh seseorang dalam kehidupannya. Aturan agama, sosial kemasyarakat, kepentingan orang lain. Orang boleh saja berdalih kebebasan, namun ketika kebebasan itu bertujuan untuk menyakiti orang lain, maka itu bukan kebebasan. No freedom on mocking other people!! No freedom to insult other people religion or believe !! You can’t say freedom of act when, at the same time, by your act, you insult other !!

Maka, ketika ramai-ramai mengutuk tragedi Charlie Hebdo, jangan lupakan bahwa pemuatan karikatur yang melecehkan Rosulullah SAW oleh CB juga amat sangat patut untuk dikutuk !!!

Advertisements

~ by zee on 2015/01/20.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: