HANDSOME SUIT VS 200 POUNDS OF BEAUTY


minyeo_16

200 Pounds of Beauty

Hanna is actually famous Korean pop singer. But because she is fat and ugly, the producer only use her voice for other singer (who is beautifull with not so good voice) and never let her appear on stage.  She suffers from having extremely poor self-esteem, as she has been ignored because of her appearance. The man she love never loves her because of her appearance. At last, she makes the decision of a lifetime to have full-body plastic surgery.

hansome suit

Handsome Suit

Takuro Ohki (Muga Tsukaji) might be the ugliest chef around usually called Butaro (piggy), but inside lies a sensitive man. He is a good man, he has no luck in love because of his lack of  looks, and romance is always far off in his mind. He gets the offer to try on a Handsome Suit, which completely transforms him into a ikemen (handsome guy) Annin (Takiyama Sousuke). He then juggles his new life as a top model as well as his old life of running a little restaurant.

 Same issue, different execution ..

Meski berbeda subjek, tapi intinya sama yaitu berhubungan dengan isu kecantikan/ketampanan. Khususon masalah berat badan yang berlebihan. Hanna dan Takuro sama-sama ‘susah’ karena masyarakat umum hanya memandang sebelah mata pada orang-orang seperti mereka. And sadly, this is a fact. Coba kalo anda lihat ada acara hidden kamera orang minta tolong (lupa acaranya apa) pasti kalo si korban bening, pertolongan lebih mudah didapat. Itu hukum alam yang sudah tidak bisa dibantah lagi.

Hanna dan Takuro juga mengalami hal demikian. Apalagi keduanya bukan sekedar standar tapi sudah masuk kategori bawah.  Meskipun demikian mereka punya orang-orang yang menyayanginya. Butaro punya pelanggan-pelanggan baik hati yang sayang sekali padanya, dia juga punya banyak sahabat. Hana memang tidak punya sahabat sebanyak dan sebaik yang dimiliki Butaro, tapi dia jelas punya beberapa orang yang mau menerima dia apa adanya.

Takuro akhirnya memilih memakai hansome suit karena bosan dihina dan diejek orang. Hana memilih operasi plastik karena ingin dipandang oleh produser yang sudah lama ditaksirnya. Nah dari sinilah perbedaan besar dua film ini menyikapi masalah yang sama.

Hansome suit memilih bereksperimen lewat suit (baju) yang portable, bisa dilepas dan dipakai. Takuro bisa merasakan perbedaan ketika dirinya menjadi ikemen Annin atau Butaro. Bagaimana perlakukan masyarakat padanya. Dan tentu saja semua lebih menyenangkan ketika dia jadi tampan. Tapi ketika perusahaan mengultimatum untuk memilih salah satu, mejadi annin atau butaro, Takuro merasa berat karena terlepas dari kondisi mukanya, kehidupannya cukup menyenangkan. Makanya ketika akhirnya dia memilih menjadi Annin, ada yang hilang dari kehidupannya dan dia merasa tidak nyaman.

Sedangkan Hanna memilih operasi plastik sebagai jalan drastis untuk menjadi cantik. Dan parahnya dia melakukan itu hanya karena dia ingin dilihat oleh si produser. Saya memahami betul, di Korea, operasi plastik bukanlah sesuatu yang tabu. Justru jelek disana adalah tabu. Jadi kasus Hanna ini sebenarnya bukanlah hal yang luar biasa. Tapi tetap saja bikin gerah.

A young and talented girl have gone through the pain of plastic surgery just for A MAN. What the h**l is that ? It is not love, it’s crazy and dumb. If he cant see the real you, then he is not worthy.

 Saya merasa kalo film ini ditonton oleh remaja, terutama remaja Korea, yang masih labil, mungkin saja malah semakin meyakinkan bahwa beauty’s rules. Kalo gak cantik gak bakal bisa bahagia dan sebagainya. Yang semakin membuat remaja yang lahir dengan fisik pas-pasan semakin tidak percaya diri. Seperti saya sampaikan sebelumnya. Being beauty is advantageous. But beauty isn’t everything. Kalo sampai kehilangan jati diri hanya untuk memenuhi criteria cantik orang kebanyakan yah .. itu menyedihkan sekali.

Dari segi hidden message, Handsome suit member kita gambaran jelas realitas. Memang sulit menjadi orang yang ‘di bawah rata-rata’ Kebanyakan orang akan mengejek dan memperlakukan dengan tidak adil. Tapi ada sebagian kecil orang yang masih akan menerima kita apa adanya. Kulit kita yang gelap, mata kita yang sipit, badan kita yang gendut dan sebagainya. Memang tidak banyak, tapi bukankah orang-orang itu sangat berharga? We don’t have to make everyone loves us but a  few people who really love us no matter how we look is enough. And the little joys that we can find along the way in life that is important to help keep spirits up

Sementara itu, 200 pounds of beauty gagal menerjemahkan judulnya dengan baik. Memang Hanna yang kurus tidak bahagia dan menyadari bahwa langkah yang diambil salah dan membohongi dirinya sendiri. Tapi pesan sedikit yang secuil kecil itu hilang musnah ketika di akhir film, sahabat Hanna yang sama sekali tidak gendut, yang cukup cantik meski tidak drop dead gorgeous, mendatangi dokter untuk melakukan operasi plastic seperti Hanna. Duhhh ..

This is why I prefer Japanesse drama to Korean drama. They teach us about life, not fairy tales …

Advertisements

~ by zee on 2013/05/11.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: