STOP HIV/AIDS, STOP SEKS BEBAS


hari aids 2012

HIV/AIDS selalu jadi momok menakutkan di masyarakat. Dikutip dari Wikipedia, AIDS sendiri adalah suatu penyakit yang di sebabkan oleh virus HIV yang menyerang system kekebalan tubuh manusia. HIV adalah virus yang memperlemah sistem kekebalan tubuh manusia. Orang yang terserang ini akan rentan terhadap infeksi. Hingga saat ini, teknologi atau perkembangan yang sudah maju pun belum dapat menemukan cara penyembuhan penyakit mematikan ini. Virus akan menghancurkan sel CD4 yaitu ialah jenis dari sel darah putih yang memainkan peran besar dalam membantu tubuh melawan penyakit. Dan apabila sistem kekebalan tubuh kita melemah maka sel CD4 akan di non aktifkan. Salah satu sumber penyebaran HIV/AIDS yang paling popular adalah melalui hubungan seks dan jarum suntik. Makanya, golongan paling beresiko terkena HIV/AIDS adalah pekerja seks komersial, pecandu narkoba, pasangan sesame jenis dan pria hidung belang. Ironisnya, kadang anggota keluarga seperti istri dan anak juga dapat tertular meski memiliki hidup yang lurus.

HIV/AIDS memang penyakit mematikan. Tidak heran jika berbagai upaya dilakukan untuk menghentikan penyebaran virus ini di masyarakat. Dana yang luar biasa besar juga digelontorkan tiap tahunnya untuk kampanye penanggulangan HIV/AIDS. Tiap tahun, gegap gempita perang melawan HIV/AIDS juga gencar dilakukan ketika hari peringatan HIV/AIDS seperti saat ini Tapi sayangnya semua seperti buih di lautan. Tidak terlihat hasil yang signifikan dari langkah-langkah ini. Buktinya, penderita HIV/AIDS dari tahun ke tahun semakin bertambah. Bahkan daerah-daerah yang sebelumnya tidak ada penderita HIV/AIDS, sekarang ada laporan kasus HIV/AIDS. Aneh bukan ?? Sebenarnya tidak aneh juga kalau kita tahu sebab musababnya, kenapa cara penanggulangan yang dipakai pemerintah dan LSM bahkan lembaga dunia tidak pernah bisa menghentikan laju HIV/AIDS

Obat dan Penyakit yang Ga Match

Dilihat dari hasil yang ada, dapat dipastikan kalau solusi yang ditawarkan selama ini tidak menyentuh pada akar persoalan penyebab HIV/AIDS. Sudah jadi rahasia umum kalau penyebab utama HIV/AIDS adalah hubungan seksual dan jarum suntik narkoba. Kehidupan manusia yang semakin liberal dan permisif, yang menganggap bahwa tubuh adalah property pribadi yang boleh diperlakukan semaunya, menganggap bahwa hubungan seksual adalah hak pribadi. Mereka berhak untuk berhubungan dengan siapa saja dan kapan saja. Tak peduli apakah itu pasangan sah (suami/istri), pasangan kumpul kebo bahkan pasangan sesama jenis. Alhasil seks bebas a.ka free sex menjadi budaya yang lumrah di masyarakat. Nah, selama ini solusi yang ditawarkan Pemerintah tidak pernah berusaha untuk mengeliminir factor maraknya seks bebas ini.

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah ABCD. Abstain (tidak melakukan hubungan seks), Be Faithfull (setia pada pasangan), Condom (menggunakan kondom ketika melakukan hubungan seks), dan Drugs (tidak memakai narkoba atau jarum suntik bergantian). Arti bebasnya bagi saya adalah jangan melakukan hubungan seks, kalau ingin melakukan hubungan seks, setialah pada pasangan anda (Sah/tidak ? who knows), kalau tetep mupeng, jangan lupa gunakan kondom dan hindari narkoba (tapi kalo tetep pengen, jangan bertukar jarum suntik antar pengguna narkoba). Kalau pake istilah orang BKKBN boleh lah ngebut asal pakai helm.. pakai pengaman.

Maka dari itu tidak heran kalau kondomisasi jadi program utama pemerintah dalam mencegah/mengurangi penyebaran HIV/AIDS. Bahkan pernah ada gerakan blusukan bagi-bagi kondom gratis kepada pengemudi truk di jalur pantura. Akses mendapatkan helm pengaman ini dipermudah dan dipermurah. Hingga pelajar pun dapat membelinya. Hasilnya .. Boro-boro HIV/AIDS dapat dibasmi, justru yang ada penderitanya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Remaja pun ga segan-segan lagi melakukan hubungan seksual, apalagi setelah diprovokasi dengan gambar-gambar vulgar di pelajaran kesehatan reproduksi remaja.

Soal efektivitas kondom dalam mencegah HIV/AIDS serta penyakit menular seksual lainnya  juga sudah lama dipertanyakan. Setiap kondom (dari lateks) memiliki serat berbentuk lubang yang besarnya 1/60 mikron (dalam keadaan tidak meregang) dan 1/6 mikron dalam keadaan meregang dalam penelitian yang diungkapkan di konferensi AIDS Asia Pacific di Chiang Mai, Thailand (1995) ini, virus HIV berukuran sekitar 1/250 mikron. Maka, bohong besar kalau dikatakan kondom dapat mencegah HIV/AIDS.

“Kami tidak dapat memberitahukan kepada khalayak ramai sejauh mana kondom dapat memberikan perlindungan pada seseorang. Sebab, menyuruh mereka yang telah masuk ke dalam kehidupan yang memiliki risiko tinggi (seks bebas dan pelacuran) ini untuk memakai kondom sama saja artinya dengan menyuruh orang yang mabuk memasang sabuk ke lehernya.” Kata M. Potts, Presiden Family Health International, salah seorang pencipta kondom pada suatu kesempatan.

Karena itu tidak heran kalau gerakan kondomisasi yang selama ini digembar-gemborkan Pemerintah dan LSM tidak pernah menyelesaikan persoalan HIV/AIDS. Justru malah mempersubur terjadinya seks bebas di masyarakat. Ibarat sakit, obat yang diberikan bukannya menyembuhkan, malah memperparah kondisi pasien. Anehnya meski sudah terbukti tidak efektif, toh setiap tahun program-program serupa selalu diulang. Milyaran rupiah digelontorkan untuk mendukung gerakan sia-sia ini.

Solusi Mudah & Murah yang Tidak Pernah (Tidak Mau) Terpikirkan

Sebagai seorang muslim, zina adalah sebuah dosa besar. Termasuk didalamnya adalah hubungan sesama jenis. Karena itu kita wajib untuk menjauhkan diri dari hal-hal tersebut. Saya rasa di agama-agama lain, hal-hal tersebut juga dilarang. Saya kira jika penyelesaian HIV/AIDS dikembalikan pada keimanan dan ketakwaan individu yang didukung oleh sistem peraturan yang mendukung, maka HIV/AIDS tidak hanya bias berkurang bahkan mungkin dapat dihilangkan.

Coba bayangkan, jika setiap orang memiliki kesadaran bahwa zina adalah perbuatan dosa yang akan membuat pelakunya terbakar di neraka, maka tidak akan ada orang yang melakukan zina. Begitu juga soal memakai narkoba, hubungan sesama jenis dan berbagai penyebab HIV/AIDS selama ini. Dengan cara ini, HIV/AIDS bukan hanya dapat dikurangi bahkan dapat dicegah mulai dari akar persoalannya. Solusi ini jauh lebih cespleng dibanding ABCD atau solusi-solusi lain yang ada selama ini. Memang tidak mudah membangun ketakwaan individu dan masyarakat. Tapi dengan kerja keras, bukan mustahil semua itu dapat terwujud.

Sayangnya, solusi ini tidak akan pernah dilirik di Negara liberalis dan sekuler seperti di Indonesia saat ini. Pemerintah lebih suka, seperti negara-negara lain di dunia, memakai solusi yang jelas-jelas merusak dan tidak efektif. Sungguh ironis, ketika ada segolongan orang yang merayakan peringatan HIV/AIDS dengan penggalangan dana untuk kalangan homoseksual, lesbian dan transgender. Atau membagi kondom gratis di lokalisasi.

Kali Hari AIDS Sedunia di Indonesia mengambil tema “ Lindungi Perempuan dan Anak dari HIV dan AIDS “. Dengan tema ini Indonesia mengambil sebuah slogan yakni “ Stop AIDS Melalui Kesetaraan Gender Untuk Menghapus Segala Bentuk Stigma dan Diskriminasi “.adalah Meningkatkan peran atau partisipasi dari para laki – laki atau suami dalam pemenuhan hak reproduksi perempuan yakni berperan dalam menjaga kesehatan reproduksinya dan juga pasangannya. Karena seorang perempuan rentan bila sudah tertulah virus HIV ini, apabila terserang maka akan berdampak buruk bagi anaknya. Saya bukannya pesimis, tapi jika solusi yang ditawarkan masih berkutat pada kondomisasi, bukan pada pelarangan zina, saya kira saya tidak dapat berharap banyak.

Selamat hari AIDS sedunia. Semoga kita segera sadar bahwa adanya HIV/AIDS karena gaya hidup keliru yang berkembang di masyarakat. Semooga Pemerintah segera ngerti bahwa hanya keimanan dan ketakwaan yang dapat menyelamatkan kita. Semoga para ODHA diberi kesabaran dalam menjalani hidupnya.

STOP HIV/AIDS .. STOP SEKS BEBAS .. STOP KONDOMISASI ..

Advertisements

~ by zee on 2012/12/01.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: