DOUBLE ELEVEN # 1 : ZEE’S BEST BOOK


Tiba2 saya pingin buat list serba 11. Kenapa harus 11? Karena kalo 5 terlalu sedikit tapi kalo 10 terlalu biasa he he he .. Saya pingin sesuatu yang beda. Biar seru, kategorinya juga ada 11. Cocok deh Double Eleven. Tapi terus terang saya belum kepikiran kategori apa saja yang ingin saya buat. Makanya sambil menunggu ide kira2 apa saja yang bakal saya bikin, sementara ini saya pingin ngelist buku fiksi paling menarik yang pernah saya baca.

Sedikit berbeda dengan list best book sebelumnya, kali ini saya mengkhususkan buku fiksi murni. Kebetulan beberapa bulan terakhir cukup banyak buku yang saya baca. I do love reading a book. Terutama yang genrenya misteri, detektif bahkan anak-anak. Saya suka buku yang tidak terlalu nyastra tapi tetep bisa memberi ‘sesuatu’ pada pembacanya. Karena itu saya tidak cocok membaca buku Pramodya Ananta Toer dkk. Pusing he he .. Eniwei, banyak buku yang saya suka dan rasanya sulit sekali menentukan 11 buku dari berbagai buku tersebut. Jadi saya mengambil kebijakan satu penulis cukup diwakili satu. Tidak banyak buku cerita Indonesia yang saya baca sehingga hanya tiga yang masuk daftar. Kalo tidak ada quotes, berarti saya tidak punya buku yang bersangkutan he he

This list is not in particular order.

  1. The Curtain : Poirot’s Last Case – Agatha Christie

“But still I do not know. It is perhaps right that I should not know. I have always been so sure- too sure. But now I am very humble and I say like a little child: “I do not know …”

Hercule Poirot si pembela kebenaran menghadapi lawan yang cukup sulit. Tidak ada bukti yang bisa membawa si penjahat ke penjara Tapi kejahatan yang ditimbulkannya sudah memakan banyak korban. Poirot memilih diantara pilihan sulit. Pilihan yang membuat dia juga melanggar prinsip yang selama ini dipegangnya. Kejahatan tak terbayangkan. Klimaks yang tak pernah terpikirkan. And poor Hastings lost his best friend, the Belgian old man with eggshaped head, forever… Yang saya sukai dari kisah ini adalah jenis kejahatan yang dihadapi Poirot benar2 lain dari yang lain. Eksekusi akhirnya juga di luar dugaan..

  1. The Confession – John Grisham

“I was raped when I was eight years old. I don’t recall a single word of sympathy from anyone. In fact, no one raised a hand to stop it. It went on. You’ve seen my record, Pastor, I’ve had several victims. I couldn’t stop. Not sure I can stop now. Obviously, sympathy is not something I waste time with.”

Pemuda kulit hitam, terancam hukuman mati karena dituduh membunuh seorang wanita kulit putih. Seorang lelaki lain mengakui dosa pada seorang pendeta bahwa dialah penjahat yang sebenarnya.. Sang pendeta pun tergerak jiwanya untuk menyelamatkan terpidana yang tidak bersalah itu. Berkejaran dg waktu, dia harus mencegah pelaksanaan hukuman mati dan membawa penjahat sebenarnya ke pengadilan. Perjuangan menegakkan kebenaran diwarnai dengan isu rasisme yang ternyata masih banyak di Negara yang katanya menajmin kesetaraan. Saya suka ketegangan yang  dibangun sejak awal cerita. Saya terseret rasa penasaran bisa atau tidak si pendeta menyelamatkan nyawa pemuda yang tidak bersalah itu. Endingnya juga sedikit diluar dugaan

  1. Lord of The Ring- JRR Tolkien

“Tiga Cincin untuk raja-raja Peri di bawah langit,. Tujuh untuk raja-raja Kurcaci di balairung batu mereka, Sembilan untuk Insan Manusia yang ditakdirkan mati, Satu untuk Penguasa Kegelapan di takhtanya yang kelam Di Negeri Mordor di mana Bayang-Bayang merajalela”

Kisah cincin pembawa petaka yang harus dimusnahkan demi berlangsungnya kehidupan di dunia tengah. Dan tidak ada satu spesies pun yang layak memikul beban berat ini kecuali Hobbit. Makhluk yang paling tidak diperhitungkan di dunia tengah. Petualangan seru, persahabatan, pengorbanan. Ebook paling tebal yang pernah saya baca (untunglah dapat yang edisi indonesianya) Yang saya sukai adalah gaya bertutur Tolkien yang enak diikuti (mungkin saya juga terbantu karena baca yang terjemahan) Penggambarannya detail. Karakter2 dalam LOTR bukan manusia super yang selalu cool. Tapi kadang bisa juga sedih, putus asa dan konyol. Nyanyiannya juga banyak. Saya geli sendiri membayangkan Strider nangis  sambil nyanyi. He he .. efek nonton muvinya lebih dulu sebelum baca bukunya 😛

  1. The Road – Cormac Mc Carthy

“You forget some things, dont you? Yes. You forget what you want to remember and you remember what you want to forget”

Amazingly dark but beautifull. Perjalanan ayah dan anak untuk mempertahankan hidup ketika kehidupan dunia nyaris musnah. Berdua mereka melewati berbagai rintangan yang tidak jarang mengancam nyawa keduanya. Sebenarnya tidak ada yang terllau istimewa dari jalannya cerita, tapi pemilihan bahasa Mc Carthy benar2 bagus untuk menggambarkan suasana dunia yang dingin dan gelap. Pembaca juga bisa merasakan depresi yang dialami tokoh ayah. Emosi akan ikut naik turun seiring berjalannya cerita. Dan pecah berantakan di akhir kisah..

  1. The 47 Ronin Story – John Allyn

Among the flower, the cherry blossom

Among the men, the samurai

Edo, 1701, Lord Asano dari Ako menyerang seorang pejabat istana yang korup. Asano pun dihukum dengan melakukan seppuku. Oishi Kuranosuke Yoshitaka, kepala samurai keluarga Asano tidak terima dengan perlakuan tidak adil yang diterima majikannya. Akhirnya terkumpullah 47 Ronin untuk membalas dendam pada Kira, si pejabat korup.

Aneh rasanya membaca buku tentang samurai tapi ditulis bukan oleh orang Jepang. Namun bagi saya justru mungkin gara2 ditulis oleh  orang asing maka bahasa di 47 Ronin cukup mudah dicerna. Berbagai istilah yang berhubungan dengan shogun dan dunia samurai dijelaskan dengan baik. Sejak awal pembaca sudah dibuat kagum dengan kepemimpinan Oishi. Saya juga respek dengan tokoh-tokoh sampingan seperti Hara. Dan ketika sampai di akhir cerita, saya merasa senang, sedih sekaligus kagum ..

  1. Harry Potter 7 :  Deahly Hollows – JK Rowling

“Albus Severus,” Harry said quietly, “you were named for two headmasters of Hogwarts. One of them was a Slytherin and he was probably the bravest man I ever knew.”

Akhirnya dua orang yang ditakdirkan untuk saling menghabisi, berhadap-hadapan. Semua misteri sudah terungkap. Persahabatan, cinta, penghianatan, pengorbanan semua perasaan bercampur aduk Dan Final Battle at Hogwart menjadi pertempuran paling dahsyat (yg bahkan tidak bisa diwakili di filmnya) yang ada di imajinasi saya.

Saya suka cara JKR merangkai buku 1 hingga buku ke 7. Semua adegan yang mungkin luput kita amati ternyata cukup signifikan. JKR juga mengoptimalkan semua peran pendukung yang ada. Nyaris tidak ada tokoh yang tertinggal. Dan buku terakhir ini membuat rasa simpati saya pada Snape, yang sudah saya miliki sejak buku pertama, semakin besar

  1. To Kill a Mockingbird – Harper Lee

Shoot all the bluejays you want, if you can hit ’em, but remember it’s a sin to kill a mockingbird

Atticus Finch, seorang pengacara di AS bagian selatan hidup bersama anak laki-laki dan perempuannya. Istrinya meninggal sejak putrinya masih kecil. Finch memutuskan untuk mengambil kasus laki2 kulit hitam yang dituduh memperkosa wanita kulit putih. Kasus yang merubah kehidupannya yang damai. Bahkan mengancam nyawa keluarganya. Belum lagi tetangga misterius yang entah kenapa sepertinya menaruh minat untuk berteman dengan anak2nya.

Saya suka cara bercerita pengarang yang seolah diambil dari sudut pandang anak perempuannya. Kisah ini jadi terlihat sederhana padahal mengandung banyak isu berat seperti rasisme dan feminism.

  1. Jane Eyre – Charlotte Bronte

If people were always kind and obedient to those who are cruel and unjust, the wicked people would have it all their own way: they would never feel afraid, and so they would never alter, but would grow worse and worse. When we are struck at without a reason, we should strike back again very hard; I am sure we would-so hard as to teach the person who struck us never to do it again.”

Jane anak yatim piatu yang memutuskan menjadi pengasuh di keluarga Rochester. Dia oarng yang blak2an dan berkemauan keras. Di sana dia bertemu Rochester, seorang laki2 yang sukar dimengerti, perempuan kepala pengurus rumah tangga dan Ms.Ingram yang ambisius.

Membaca Jane Eyre adalah siksaan tersendiri buat saya. Halamannya banyak, bahasanya English English, tokohnya banyak dan genrenya roman. Duh .. tapi ga tau kenapa toh saya bisa menyelesaikannya. Mungkin gara2 Jane tokoh perempuan yang keren di jamannya. Quotes di atas buktinya he he he .. heroin kdrama seharusnya belajar dari Jane Eyre

  1. Pada Sebuah Kapal – NH Dini

Kisah hidup Sri, gadis desa yang merantau dan akhirnya menjadi penari di sebuah kapal.

Sebenarnya jalan kisahnya sudah agak-agak lupa. Tapi buku ini begitu berkesan bagi saya karena bahasa yang ada di dalamnya macem2. Menunjukkan kalo pengarang punya kemampuan bahasa yang tinggi. Penyampaiannya juga detail dan enak diikuti. Bagi saya NH Dini merupakan sedikit penulis Indonesia yang bisa membawakan cerita yang rumit dengan sederhana dan mudah dipahami tanpa kehilangan seni kepenulisannya.

  1. Laskar Pelangi – Andrea Hirata

Kisah 9 anak di SD Muhammadiyah Belitong yang berjuang untuk hidup dan mendapat pendidikan. Bermacam latar belakang yang disatukan oleh indahnya persahabatan.

Jalinan komedi dan dramanya bagus. Emosi pembaca bisa naik turun. Penggambaran keindahan Belitong begitu detail. Anehnya, ini satu2nya buku Andrea Hirata yang membuat saya WOW .. bukannya bukunya yang lain tidak bagus, tapi menurut saya Laskar pelangi adalah masterpiece dari Andrea Hirata.

  1. Pertempuran 2 Pemanah : Arjuna Karna – Pitoyo Amrih

Bratayudha. Kisah Pandawa dan Kurawa plus anak buangan Adipati Karna

Belum pernah kisah wayang diceritakan seperti di buku ini. Menarik, menyentuh dan membuat kita berfikir lagi tentang kehebatan Pandawa, kesucian Kunti dan keserakahan Kurawa.. Buat saya yang sejak kecil akrab dengan cerita wayang, cerita ini benar2 menarik. Saya tidak bias berhenti membacanya dari awal hingga akhir. Excellent

Dua buku yang belum keturutan saya baca, mungkin saya kurang keras mencarinya, adalah Hamlet dan Macbeth. Saya penasaran saja, soalnya banyak yang bilang isinya bagus banget. Karakternya beragam dan dalem. Agak dark juga (gah.. did I sound like a psyco ?? ) Pokoknya worth to read lah .. he he ..

Advertisements

~ by zee on 2012/07/31.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: