BALADA TAHU TEMPE BIN KEDELE


Ramadhan gini seharusnya nulis yang bikin kepala jadi adem, gak bikin nepsong apalagi membangkitkan naluri ingin menyakiti orang lain.. Tapi gara2 liat komen2 pejabat yang naudzubillah bego bin bahlul saya jadi gatel pingin nulis lagi ..

Ini ada beberapa kutipan yang menginsipirasi saya

“Kalau harga kedelai tinggi buat petani harusnya berbahagia karena buat petani dengan harga tinggi peluang memperoleh keuntungan semakin besar. Karena selama ini petani itu kan silent majority, ketika kedelainya dihargai Rp 5 ribu saja saat ini,” Kata Wakil Menteri Pertanian Rusman Hariawan (detiksurabaya.com)

“Jadi alangkah baiknya jika kita mengkonsumsi (kedelai) lebih arif,” ujar Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, mengkritik pola konsumsi masyarakat terhadap kedelai yang begitu tinggi. Menurut dia, kebutuhan konsumsi nasional sebanyak 2,6 juta ton per tahun, tidak sebanding dengan jumlah produksi kedelai nasional yang hanya 800 ribu ton per tahun. (tempo.co.id)

Seperti yang kita alami bersama (halah), akhir2 ini terjadi krisi kedelai nasional. Mengikuti harga telur, daging dan ayam yang lebih dulu meroket, kedelai pun tak mau ketinggalan. Akibatnya pengusaha tahu tempe mogok produksi karena harga kedelai impor naik tajam. Saat ini, kalo anda adalah penggemar tahu dan tempe (seperti saya) siap-siap saja karena ukuran dua makhluk itu semakin mengecil di pasaran. Kalo beberapa bulan lalu beli tahu 2000 udah dapat 4 potong, sekarang juga dapat 4 potong sih, tapi ukurannya menjadi mini. Tempe juga jadi banyak dicampuri bahan2 tambahan seperti jagung, sehingga rasanya ga seenak tempe dari kedelai asli.

Sesuai hukum ekonomi, jika kedelai langka maka harganya pasti naik gila2an. Apalagi menjelang lebaran begini, hampir tidak ada barang yang tidak naik. Padahal pendapatan masyarakat tetap, atau bahkan cenderung turun. Bisa dipastikan daya beli konsumen menurun. Masyarakatpun semakin mengencangkan ikat pinggang. Entah sudah berapa cm ukuran pinggang masyarakat Indonesia saat ini. Langsing banget kaya model-model gitu kali ya he he

Mungkin sebagian dari kita beruntung, krisis ini tidak terlalu berefek pada kehidupan kita sehari2. Alhamdulilah, Allah SWT masih memberi kita cukup rejeki. Tapi bagaimana dengan masyarakat yang kurang mampu. Yang selama ini kebutuhan proteinnya hanya dicukupi dengan makan tempe dan tahu ? Apa mereka juga harus merelakan menu rakyat ini jadi langka? Trus mereka harus makan apa?

Dalam keadaan sulit seperti ini, seorang pemimpin seharusnya jadi pengayom masyarakat. Apa yang diomongkan seharusnya bisa menentramkan hati masyarakat yang sedang galau akibat kenaikan harga bahan pokok. Tapi sepertinya para pejabat Indonesia ini berbakat jadi artis lowrate yang hobi bikin pernyataan kontroversial. Dulu pas harga cabe naik, kita disuruh ngurangi konsumsi cabe. Sekarang pas kedelai naik kita disuruh ngurangi konsumsi kedelai. Lah kalo naik semua gimana ? Kita ga boleh makan? Trus buat apa kita menghabiskan dana APBN untuk nggaji pejabat yang bahkan ga bisa jaga lidahnya sendiri ? Ck ck ck

Trus pernyataan si wamen juga. Sejak kapan petani untung jika harga komoditas pertanian naik? Yang untung adalah para distributor yang suka menimbun dan bermain harga pasar. Sudah jadi rahasia umum kalo jadi petani itu susah. Biayanya besar. Untuk beli bibit, beli pupuk, sewa pekerja dsb. Paman saya petani sodara-sodara, sawahnya lumayan luas, tapi hidupnya juga biasa-biasa saja. Mungkin satu dua kali pernah mengalami untung lumayan besar. Tapi kebanyakan malah sebaliknya. Serangan hama, banjir, kekeringan dsb siap menghancurkan tanaman yang siap panen. Sering kali rugi. Makanya beliau ngelarang dua anaknya jadi petani. Cukup dia yang sengsara. Duhh

Seharusnya pemerintah dan pejabat, terutama yang berlabel DEPARTEMEN PERTANIAN, mencari solusi bagaimana profesi petani menjadi menarik. Bagaimana mendorong petani di Indonesia bisa maju. Bagaimana membangun teknologi pertanian sehingga kita bisa bikin bibit yang tahan hama, peralatan pertanian modern dengan harga terjangkau dan sebagainya. Bagaimana memangkas rantai distribusi dan memeratankannya diseluruh Indonesia, sehingga komoditas pertanian bisa didapat rakyat dengan harga yang rasional. Petani untung, konsumen juga tidak mengeluh.

Tapia apa yang terjadi saat ini? Ribuan hektar lahan pertanian dikonversi jadi perumahan dan mall setiap tahunnya. Petani ramai2 eksodus jadi buruh pabrik karena menyadari tidak bisa mengharapkan apa-apa dari pertanian. Makanya tidak heran jika di negeri yang pernah berjuluk jamrud khatulistiwa ini dilanda krisis pangan. Apa-apa impor dari luar negeri. Bukan cuma kedelai, tapi juga beras, gula bahkan garam .. ya .. GARAM. Di negeri kepulauan dengan panjang pesisir ribuan kilo meter ini masih impor garam.

Apa ini karena penduduk Indonesia terlalu banyak ?? Non sense. Apa yang kurang diberikan oleh ALLAH SWT pada negeri ini? Iklim yang nyaman, tanah subur, sumber daya alam yang bikin negara lain ngiler pingin ngrampok, laut dengan segala isinya, alam yang luar biasa indah. Coba sebutkan apa yang kurang? Trus kenapa keadaan kita begini? Yah karena salah kelola tadi. Pejabat Indonesia ini entah karena ‘kurang cerdas’, gak mau repot atau sudah dicuci otak sama sistem kapitalis, selalu mencari jalan yang ‘tidak biasa’ (kalau tidak mau dibilang DZALIM) kalo berkaitan dengan kebijakan public. Dari pada repot ngelola bahan tambang yang bejibun, mending di kontrak karya murah meriah oleh perusahaan asing. Pemerintah dapat komisi 5% saja sudah cukup lah. Tidak pernah terpikir kalau seandainya semua bahan itu diolah sendiri, berapa keuntungan yang diterima negeri ini. Soal teknologi dan sejenisnya, jangan dikira kita tidak mampu. Banyak kok orang-orang Indonesia yang jadi ahli di perusahaan luar negeri. Mereka emoh berkarya di negeri sendiri karena bangsanya toh lebih menghargai orang asing. . benar2 sebuah ironi

Sedangkan untuk kasus kedelai, sebagaimana menghadapi krisis produk pertanian yang lainnya, pemerintah mengambil kebijakan pragmatis, IMPOR dari negara lain. Bukan hanya itu, kali ini diberi bonus BEBAS BEA IMPOR. Ho ho .. bayangkan bakal betapa senangnya importer kedelai dengan kebijakan ini. Siapa yang bakal untung? yang jelas bukan petani kedelai di Indonesia, bukan juga konsumen, karena belum tentu kebijakan ini berhasil mengembalikan harga kedelai seperti semula.

Lagi2 pemerintah menunjukkan betapa pendek dan malas berpikirnya mereka. Padahal kelangkaan bahan pokok atau produk pertanian seperti ini bukan yang pertama. Tapi lagi dan lagi pemerintah mengambil langkah yang sama. Langkah yang tidak akan menyelesaikan persoalan dari akarnya. Maka jangan heran kalo kejadian seperti ini akan berulang lagi. Karena inti dari persoalan itu tidak pernah terselesaikan dengan sempurna.

Andaikan pejabat yang digaji dengan uang rakyat itu sedikit menggunakan otaknya untuk memikirkan persoalan rakyat dengan benar mungkin krisis-krisis seperti ini tidak akan terjadi berulang-ulang. Karena pejabat yang berkaitan akan langsung merespon dan mengambil kebijakan bagaimana meningkatkan produksi pertanian sehingga kita berswasembada pangan. Bahkan mungkin jadi lumbung pangan dunia. Pemerintah akan mencari solusi yang bukan hanya praktis tapi juga preventif, mencegah kejadian serupa berulang di masa yang akan datang. Ada pepatah bilang ‘hanya keledai yang jatuh di lubang yang sama dua kali’ tapi sepertinya negeri ini telah jatuh ke lubang yang sama berkali-kali. Dan bodohnya, tetap mengambil jalan yang berlubang itu, tidak pernah cari jalan alternatif .. akibatnya .. ya jatuh lagi.. sigh~

Argh .. What a long rant !! Mungkin saya berharap terlalu banyak pada petinggi2 di negeri ini. TAPIII. bukannya kita menggaji mereka untuk ngurusi kita. Salahkah kalo kita cerewet dan meminta untuk DIURUS DENGAN BENAR ?? ARGH ,,,  Padahal selama puasa ini saya mau nulis yang manis-manis buat pejabat kita.. jadi batal deh …

Advertisements

~ by zee on 2012/07/30.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: