SUMBANGAN SEMILYAR UNTUK IMF, SAWERAN BUAT GEDUNG KPK


Seringkali kami bercanda di kos2an, seandainya ada kesempatan untuk pindah kewarganegaraan rasanya pingin langsung boyongan saja entah kemana. Yang penting bukan di Indonesia. Peduli amat dengan cinta tanah air dan sejenisnya. Maaf, kami bukan nasionalis 😛 Rasanya sudah eneg lihat ketidakberesan pemerintah.ngatur Negara. Kasus korupsi yang ga slesei2 dan Pemerintah yang “RAJA TEGA” pada rakyatnya sendiri. Tidak adanya good political will pada diri penguasa sekarang lah yang bikin Negara ini semakin sengsara, semakin kapitalis .. bah ..

Sekitar semingguan yang lalu saya lagi santai nonton tv ketika lihat running text tentang rencana Pemerintah menyumbang IMF SATU MILYAR US DOLLAR UNTUK IMF. Awalnya saya merasa ga percaya. Jangan-jangan salah. Sejuta dollar mungkin ?? Pas akhirnya browsing untuk crosscheck, saya melongo terheran-heran. Saya jadi ingat sinetron-sinetron lebay yang memenuhi layar televisi kita .. WTH!!

KTT G20 di Meksiko tahun ini memutuskan bahwa Negara anggota G20 diminta patungan untuk mendukung ketersediaan dana bagi IMF yang besarnya sekitar 430 milyar US dollar. Dan karena Indonesia tercinta ini masuk G20 (entah kenapa bisa masuk dengan kondisi ekonomi yang semrawut begini) plus karena pemerintah kita gengsinya gede, emoh dikatakan Negara Miskin, maka pemerintah memutuskan memberi sumbangan pada Lintah Darat Dunia yang bernama IMF ini sebesar SEMILYAR DOLLAR.

Ya, Pemerintah Indonesia yang selalu mengeluh anggarannya bobol karena menanggung subsidi ‘imajiner’ BBM yang hanya beberapa trilyun rupiah, sehingga selalu mencari cara menaikkan harga BBM yang jelas-jelas membawa kesusahan bagi rakyat. Ya. Pemerintah Indonesia yang hampir 30 % rakyatnya hidup dibawah garis kemiskinan, tanpa tunjangan kesehatan atau pendidikan. Dan ya .. Pemerintah Indonesia yang sebenarnya masih punya tanggungan utang ribuan trilyun yang bunganya menyedot sebagian besar dari APBN kita. Maka salahkah saya bila bertanya pada tuan-tuan yang duduk di pemerintahan, “ OTAKMU KETINGGALAN DIMANA? “

Mungkin kalo nyumbang buat bencana di Afrika atau Palestina masih bisa dimaklumi. Tapi ini IMF. International Monetary Fund atau lebih tepatnya Lembaga Rentenir Interanasional yang hobinya ngutangi dengan syarat2 yang selalu bikin celaka Negara yang ‘ditolongnya’ Ingat bagaimana kacaunya ekonomi Indonesia setelah IMF datang pada krisis 1998. Melalui kebijakan privatisasi, penghilangan subsidi dan kebijakan2 kapitalistiknya, IMF sukses menenggelamkan Indonesia dalam tumpukan utang sampai saat ini. Lagipula siapa yang untung dengan pemberian dana talangan ini ? Tentu bank-bank besar yang menyebabkan krisis di negara2 Eropa dan Amerika. Dana bailout BLBI yang bermasalah dan membebani anggaran, karena pemerintah harus membayar bunga pinjamannya hingga saat ini adalah bukti nyata kalo metode seperti itu hanya menguntungkan para capital. Kebijakan itu tidak pernah menyentuh langsung pada rakyat banyak. Malah, rakyatlah yang harus menanggung akibatnya.

Meski Agus Martowardoyo, Menteri Keuangan mengatakan bahwa dana untuk IMF itu diambil dari cadangan devisa sehingga tidak menganggu APBN, toh tetap saja dana itu berasal dari keringat rakyat Indonesia. Dan seharusnya menjadi hak rakyat kita untuk dimanfaatkan sebesar2nya untuk memenuhi kebutuhan mereka. Bukan untuk disia2kan untuk IMF.

Saya jadi membayangkan seandaianya dana semilyar dollar itu digunakan membangun gedung sekolah, perumahan murah, sarana dan prasarana umum atau bahkan memperbarui alustista TNI (kasihan banget prajurit kita yang gugur bukan karena membela Negara tapi karena peawat yang sudah tua) Bamyak sekali yang bisa dilakukan dengan dana sebesar itu.

Saya juga jadi ingat dengan polemik pembangunan gedung baru KPK yang belum mendapat persetujuan DPR dengan alasan terbatasnya anggaran. Hingga akhirnya ada gerakan untuk saweran membangun gedung KPK. Terus terang saya tidak pro pihak manapun. Bagi saya KPK memanfaatkan permasalahan ini untuk mengalihkan isu lambatnya penanganan mereka terhadap kasus korupsi (hallo Miranda Gultoem, Angelina Sondakh dkk). Kekanak-kanakan sekali kalo seandainya mereka ngotot untuk membangun gedung baru tanpa anggaran dari pemerintah. Sepenting apapun gedung itu. Karena pembangunan gedung KPK adalah kewajiban pemerintah. Titik. Dengan demikian independensi KPK bisa dijaga. Bayangkan jika penyumbang gedung KPK di kemudian hari ternyata tersangkut kasus, bisakah KPK menyelidikinya dengan fair ?? Seharusnya KPK bisa mengambil langkah cerdas dan bijak dalam masalah ini. Saya rasa akhirnya DPR pasti menyetujuinya. cuma mereka emang suka tarik ulur dan membodoh-bodohi dirinya sendiri ditengah masyarakat dengan sering mengambil kebijakan yang tidak populer. Ngomong2 dana semilyar dolarnya bisa buat mbangun gedung KPK juga tuh !!

Dunia memang sedang mengalami krisis, terutama di Eropa dan AS. Tapi penyebab krisis ini juga berasal dari system ekonomi kapitalis yang mereka terapkan. Sistem yang membuat orang suka berspekulasi dalam mencari keuntungan tanpa peduli efeknya pada perekonomian dunia. Sitem yang dibangun dengan kredit dan riba. Kalo seandainya Indonesia ngotot untuk memberi sumbangan semilyar dollar, saya jadi ingat remaja puber labil yang pingin eksis dengan menghalalkan segala cara. Berpenampilan mewah meski itu semua barang kreditan. Gak mau terlihat miskin.

Semoga pemimpin di negeri ini bisa sedikit menggunakan otak dan perasaan mereka yang jarang dipakai itu… Ingat Pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban pada apa yang dipimpinnya ..

Advertisements

~ by zee on 2012/07/08.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: