THE PRINCESS’ MAN


 

Akhirnya dengan bujuk rayu banyak pihak yang bilang kalo TPM bagus. Didukung review positif netizen sageuk lovers. Saya pun nyerah dan merelakan diri untuk nonton TPM dengan sepenuh hati. Saya tidak berharap apapun ketika mulai nonton film ini. Tapi begitu masuk episode pertama dan kedua ternyata bagus juga ceritanya. Setelah tiga minggu, saya berhasil menamatkan sageuk ini nyaris sempurna. Alias skipping minimal he he he .. Hoo .. sejauh ini cuma satu kdrama yang selamat dari metode skipping khas zee, OBGYN

Awalnya saya bingung, kenapa judulnya Princess Man, karena Se Ryung kan bukan puteri. Baru saya ngeh ternyata akhirnya dia jadi puteri setelah ayahnya, Pangeran Su Yang naik tahta jadi Raja.

 

Welcome to Joseon’s Romeo and Juliet, but with better story he he he ..

Se Ryung, putri Pangeran Su Yang, mendengar dia kan dijodohkan dengan anak perdana menteri Kim Jeong Soo yang bernama Seung Yoo. Ketika mendengar bahwa Seung Yoo akan menjadi guru bagi puteri Kyung Hee, Se Ryung menawarkan diri untuk menggantikan diri dengan menyamar menjadi puteri. Kyung Hee yang dari sononya males belajar menyetujui usul ini. Singkat cerita setelah beberapa kali bertemu (termasuk beberapa kali pertemuan tidak sengaja di luar istana) Se Ryung dan Seung Yoo saling menyukai.

Masalah menjadi runit mengingat latar belakang keduanya yang bertolak belakang. Se Ryung adalah putri pertama Pangeran Su Yang, putra kedua Raja Sejong yang sangat berambisi menjadi raja dan menyingkirkan kakaknya, Raja Mun Jong. Sementara Seung Yoo, putra terakhir Perdana Menteri Kim Jeong Soo, sekutu dekat Raja Mun Jong. Dan perbedaan besar ini tidak diketahui oleh Se Ryung dan Seung Yoo. Apalagi selama ini Se Ryung selalu menyembunyikan identitasnya selama berhubungan dengan Seung Yoo.

Ketika Raja Mun Jong wafat, Su Yang melaksanakan niat liciknya untuk mengambil kekuasaan dari Pangeran (entah siapa namanya). Namun niat licik Su Yang ternyata sudah dibaca oleh Raja dan sekutunya. Akhirnya Pangeran tetap naik tahta dengan bimbingan dari Kim Jeong Soo. Bahkan Seung Yoo juga diangkat jadi pejabat istana. Untuk sementara Su Yang dan pendukungnya kalah. Bahkan Su Yang dilarang masuk ke istana.

Su Yang melihat bahwa penghalang terbesar dari ambisinya, Kim Jeong Soo, tidak bisa tidak, harus disingkirkan. Akhirnya disusunlah rencana untuk memfitnah Kim Jeong Soo sebagai pemberontak dan membunuh seluruh keluarga beserta pengikutnya. Se Ryung yang tahu niat ayahnya, mencoba menghalangi dan menyelamatkan Seung Yoo, tapi ini tidak menghentikan niat Su Yang. Ambisinya untuk jadi Raja jauh lebih besar daripada rasa cintanya pada putri kesayangannya. Akhirnya keduanya menyadari posisi masing-masing. Tapi toh perasaan mereka tak bisa dibohongi… ciee ~

 

Sebelumnya, jujur saya kira 24 episode TPM itu terlalu panjang. Soalnya pada 10 episode pertama cerita berjalan dengan sangat cepat. Dengan kecepatan yg sama, seharusnya cerita bisa berakhir maksimal di episode ke 20. Tapi seperti biasa, kdrama punya beberapa filler episodes (minjam istilah thundie) yang bikin cerita lebih panjang dari yang seharusnya.  Dan saya mengakui, setelah nonton berurutan 10 episode, saya langsung njujug ke episode 24 he he he .. habis ga sabar liat endingnya 😛 tapi kemudian saya liat lagi secara berurutan. Ribet ya .. Tapi gimana lagi, saya ga punya waktu untuk nonton (bahkan dengan metode skip paling cepat pun) 24 episode !!! Tapi saya juga penasaran gimana endingnya he he he

Yang membuat saya bertahan bisa liat TPM dengan skip minimal yang pertama adalah jalinan ceritanya. Saya pasti bosan kalau seandainya TPM melulu mengisahkan Se Ryung dan Seung Yoo. Justru bagi saya layer cerita ini yang bikin menarik. Hubungan emosi antar karakter benar-benar disajikan dengan baik. Kita jadi simpati nyaris dengan semua karakter (bahkan saya jatuh simpati pada Su Yang di episode 24, ketika dia melihat anak kesayangannya akhirnya hidup bahagia). Konflik batin yang dirasakan para karakter bisa tersampaikan ke penonton. Seperti ketika Shin Myeon yang dilanda dilemma harus melawan dua sahabatnya, atau ketika Seong Yoo membunuh Shin Myeon. Tiga orang sahabat yang selama ini tumbuh bersama akhirnya berantakan karena kekuasaan dan cinta. Begitu juga rasa sayang Puteri Kyung Hee pada sepupunya, Se Ryung. Tentu sulit bagi Kyung Hee untuk menyayangi Se Ryung yang secara tidak langsung membuat ayahnya meninggal, merampas kekuasaan adiknya dan menghancurkan keluarganya. Tapi toh rasa kebencian itu tidak membabi buta dan mematikan nuraninya. Bahkan Raja Tega Su Yang pun punya konflik tersendiri ketika mengetahui anak tersayangnya jatuh cinta pada putra seteru abadinya. Seandainya Se Ryung tidak menyukai Seung Yoo tentu segalanya jauh lebih mudah dan membahagiakan baginya, but he deserved what he’d got.

Yang kedua, yang bikin saya jarang nyekip adalah kisah Se Ryung dan Seung Yoo yang tidak terlalu berlebihan. Yah, kalo sedikit makjang bisa dimaklumi lah.. Korea gitu loh .. 😛 Judulnya saja Princess Man he he he .. tapi masih bisa ditoleransi. Se Ryung, meski banyak nangis tapi juga termasuk gadis yang tegar. Seung Yoo juga gak melo2 amat lah .. he he he

Yang ketiga, dari sisi teknis. Sinematografinya memang tidak wah dan memikat, tapi cukup bagus. Penyajian efek dan adegan perkelahiannya juga cukup memuaskan. Dan saya sangat menyukai BGM TPM. Apalagi yang orchestra itu .. hmmm .. kesannya jadi wah. Hanboknya juga bagus warnanya ga adem. Saya ingat pas liat Moon Sun, Hanbok nya Pangeran kedua (lupa namanya) mirip warna ice cream walls. Ijo stabilo, magenta dan kuning jadi satu he he he .. Apalagi hanboonya Yeorim a.ka THE GU YONG HA di SKKS … asli mejikuhibiu … mungkin karena ceritanya menyedihkan kali ya. Lagian gak lucu juga kalo pimpinan pemberontak pake warna pink he he he

Overall, TPM is a solid drama. Good acting, good story and most important good execution. But still it has its flaws. Misalnya pas Seung Yoo lolos dari usaha pembunuhan dan pergi ke rumah Su Yang dalam keadaan belepotan darah. Mustahil rasanya tidak ada seorang pun yang curiga. Dan beberapa adegan yang seharusnya tidak mungkin. Tapi, saya tetap bisa bilang kalo TPM tontonan yang cukup menghibur (meski buat yang melo, bisa jadi menghibur dengan menguras air mata he he he) Saya heran kenapa indos justru menghentikan penayangannya di tengah jalan.. Hm.. bad taste

Tokoh favorit saya, ibunya Se Ryung, istrinya Su Yang. What a woman. Dia tegar banget. Dia bisa berpikir jernih dalam setiap keadaan. Dia juga cerdik, hingga akhirnya kecerdikannya yang bisa menyelamatkan anaknya sekaligus menyelamatkan hati suaminya. Yah, meski dia juga mendukung tindakan suaminya yang salah tapi saya bisa mengerti posisinya. Su Yang benar2 harus bersyukur bisa punya istri seperti dia.

Setelah nonton TPM saya jadi ngerti kenapa dramabeaners ngamuk2 soal Moon Sun yang menang Best Drama di Baeksang Award 2011 kemarin. Moon Sun was good, but wasn’t as good as TPM. Tapi terus terang saja, menurut saya, acara2 award begituan di korea itu nyaris hanya berdasarkan popularitas. Jadi agak tidak bisa dipercaya. Lebih baik tidak usah dipedulikan. He he .. viewers know better : ) Sekarang saya hanya butuh satu sageuk lagi untuk di tonton. Kisah Mbahe Suyang, Taejong dan Bapake Suyang, Raja Sejong di TREE WITH DEEP ROOTS .. kalo dipikir2 kejamnya Suyang ini nurun dari kakeknya ya …

Advertisements

~ by zee on 2012/06/08.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: