INDONESIA SATU WAKTU, PERLUKAH ??


Bicara masalah, di negeri ini, ada banyak sekali. Korupsi, narkoba, kecelakaan lalin, banjir, dsb. Tapi rupanya para pejabat masih punya banyak waktu luang untuk mikir hal-hal yang tidak seharusnya. Ketika ada undang-undang (atau rancangan ?) yang menyatakan bahwa kasus pencurian dibawah 2.5 juta tidak diproses hukum, saya pikir itu sudah cukup tidak masuk akal dan tidak ada lagi yang mampu mengejutkan saya. But, apparently, their stupidity beyond anything …

Tadi malam sekitar jam setengah tujuh, saya lagi enak santai liat tipi. Mumpung murid les blum datang, disempetkan liat Yoko sebentar. Pas iklan, iseng mindah channel. Eh di TVOne ada pembicaraan menarik, soal wacana untuk menyatukan waktu di Indonesia jadi satu waktu saja. Alasannya si pejabat yang ada di Wisma Nusantara itu, adalah untuk menyatukan sumber daya manusia kita. “Bayangkan, selama ini kita hanya bekerja bersama-sama 3 jam sehari karena perbedaan waktu. Seandainya 240 juta manusia Indonesia serentak bekerja pada jam yang sama betapa besar potensi yang kita miliki”, begitulah kira-kira kata pejabat tersebut. Soal waktu sholat, katanya, setiap orang sudah terbiasa sholat berdasarkan matahari, jadi penyatuan waktu tidak terlalu berpengaruh. Seorang astronom yang jadi narasumber di studio TVOne juga berpendapat penyatuan waktu itu bukan masalah besar. Duh …

Saat benar-benar ‘terpesona’ sampai kehabisan kata-kata. Luar biasa. Luar biasa. Luar biasa BODOH orang-orang yang punya ‘otak nganggur’ sampai terpikir hal seperti ini. Bagimana tidak, Indonesia yang membentang dari 950BT sampai 1410BT, mau disatukan jadi satu waktu ?? Oalah, Pak … dulu sekolahnya dimana ya?? Apa tidak tahu bahwa setiap beda 10 garis busur ada perbedaan waktu 4 menit ?? Atau jangan-jangan pas diterangkan soal garis lintang dan bujur, Bapak lagi ketiduran ?? Perbedaan waktu adalah sebuah hal yang alami karena rotasi bumi. Belahan bumi timur lebih dulu terkena matahari daripada belahan bumi barat. Makanya, pas di Merauke matahari udah lumayan tinggi, di Lhokseumawe masih pagi buta.

Saya jadi membayangkan betapa tidak lucunya seandainya Indonesia satu waktu ini jadi diterapkan. Pertama, masalah standar waktu mana yang akan dipakai. Kalo pake standar WIB, berarti ngantor jam 8 pagi (yang normal untuk warga Indonesia barat) bakalan menyusahkan bagi orang Indonesia Timur dan Tengah. Matahari sudah tinggi disana (jam 10an) ketika mereka baru akan masuk kantor. Mereka sudah bangun sejak beberapa jam yang lalu. Trus mereka mesti ngapain nunggu jam 8?? Blum lagi jam pulang ngantor yang jadi malam hari (meski mungkin secara waktu yang ditetapkan masih jam 5 sore). Jam biologis manusia itu ga bisa ditipu. Bukan cuma sholat yang berdasarkan matahari, tubuh kita juga terbiasa dengan siklus itu dan tidak bisa diubah seenaknya. Seandainya pake jalan tengah (make waktu Indonesia tengah) pun kesulitan-kesulitan ini masih dialami.

Saya kira perbedaan waktu ga berpengaruh pada pemanfaatan potensi ekonomi dan manusia. Orang2 NYSE ga pernah mengeluh meski ada perbedaan waktu lumayan dengan bursa saham di California. Kalau mau mengoptimalkan potensi SDM dan SDA bukan begitu caranya. Bikin kebijakan-kebijkan pro rakyat, tindak tegas pegawai negara yang suka nyelewengkan amanat rakyat, stop jual aset ke luar negeri, kelola tambang dan hasil bumi dengan baik, pasti nanti Indonesia jadi makmur dan sejahtera. Ga perlu bikin aneh-aneh sampai menentang hukum alam segala.

Tapi selama korupsi merajalela, hukum yang masih tebang pilih, SDA dikuasai asing dan bangsa ini masih jadi budak di negeri sendiri, mustahil kesejahteraan dapat tercapai. Selesaikan dulu masalah-masalah yang ada, kalo sudah beres, bolehlah mikir terobosan2 baru. Ditambah lagi, kalau orang-orang berpikiran bodoh, seperti yang mewacanakan Indonesia satu waktu ini, dipercaya untuk menduduki jabatan penting, wesss … makin sengsara hidup rakyat ini … Habis waktu untuk mikir hal2 yang seharusnya ga usah dipikir.

Saya jadi tidak ingin percaya bahwa pajak dari hasil keringat kita yang berharga dibuat menggaji orang2 yang cuma mikir memperkaya diri sendiri dan menggunakan otaknya untuk hal-hal yang tidak berguna seperti ini. Kasihan sekali kita 😦

Info tambahan China dan India yang sudah menggunakan mode satu waktu terletak pada 1280BT sampai 1460BT jauh lebih kecil penyebarannya dari Indonesia.

Advertisements

~ by zee on 2012/03/13.

2 Responses to “INDONESIA SATU WAKTU, PERLUKAH ??”

  1. Ingin mengoptimalkan sumber daya manusia ko’ ndadak menyamakan waktu, hahaha, *geleng-geleng kepala*

  2. he he he .. yah itulah anehnya negeri ini … menyedihkan ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: