REVIEW : X-MEN : FIRST CLASS (2011)


Berlatar tahun 1960an, dunia terancam perang ketika Uni Soviet hendak membangun pangkalan nuklir di Kuba. Tentu saja AS tak mau kalah dan berusaha menghalangi rencana tersebut. Seorang agen CIA Moira MacTaggert mengetahui bahwa di balik rencana gila tersebut ada beberapa orang dengan kekuatan super (mutant), dibawah pimpinan Sabastian Shaw, yang terlibat. Sayang, para petinggi CIA tidak mempercayainya. Maka dia pun menghubungi seorang professor ahli mutasi genetika dari Oxford University, Dr. Charles Xavier. Dr. Xavier adalah mutan dengan kekuatan telepati. Dia hidup bersama adik angkat perempuannya, Raven, seorang mutan shapeshifter.

Dengan kekuatan Charles, CIA berhasil mengetahui keberadaan Shawn dan berusaha menghentikannya. Di saat bersamaan, ada Erik Lensherr, seorang mutan dengan kekuatan menggerakkan benda-benda berusaha membunuh Shaw. Untung Charles datang tepat pada waktunya, sehingga Erik bisa diselamatkan. Meskipun Shaw berhasil lolos. Rupanya Erik mempunyai dendam pribadi pada Shaw yang telah membunuh ibunya.

Akhirnya Charles, Erik dan Raven menjadi anggota Divisi X di CIA. Disana mereka bertemu ilmuwan muda bernama Hank yang ternyata juga seorang mutan. Hank menciptakan alat bernama cerebro untuk mengetahui lokasi mutan-mutan lainnya untuk direkrut dalam divisi X. Hingga terkumpullah Angel, Darwin, Banshee dan Havoc. Raven memberi julukan Prof.X untuk Charles dan Magnetto untuk Erik.

Ketika Moira, Charles dan Erik pergi untuk menyelidiki Shaw, ternyata Shaw malah menyerang markas mereka hingga Darwin terbunuh dan Angel membelot ke pihak musuh. Karena tidak mempunyai tempat lagi, Charles membawa mereka ke kastil miliknya untuk berlatih. Mereka berusaha untuk mendidik para mutan muda untuk berjuang mencegah Perang Dunia ke-3 dan menghentikan Shaw.

Okay, saya mengaku pada awalnya saya tidak tertarik dengan film ini. Kenapa?? Karena saya tidak suka dengan X-Men seri2 terdahulu. Padahal saat masih kecil dulu saya suka banget kartunnya. Tapi pas difilmkan rasanya kok banyak yang ga pas ya ?? Karena itu saya agak males nonton X-Men First Class. Tapi setelah nonton … Beyond my expectation .. I love it ..

Bisa dibilang film ini lebih menceritakan love hate relationship ala Magnetto dan Prof. X. Sejak awal, meski bersahabat baik, Charles terlihat kalem dan selalu berusaha bersahabat dengan manusia. Sementara Erik ‘berdarah panas’ dan yakin kalau manusia akan memusuhi dan ingin melenyapkan mutan. Perbedaan ini masih bisa disatukan karena adanya musuh bersama si Sabastian Shaw. Tapi pada akhirnya, mereka harus menempuh jalan masing-masing sesuai prinsip hidup yang diyakininya. Emosi ini tampak benar ketika tanpa sengaja Erik menembak Charles atau ketika Magnetto bilang bahwa ada ruang kosong di hatinya sejak berpisah dengan Charles.

Film ini juga terasa menyegarkan dengan tampilnya cast baru dengan acting yang cukup bagus (kecuali yang jadi Frost, dia terlihat kaku dan ga enak diliat). Buat kaum hawa, tampilnya James McAvoy, Michael Fassbender, Nicholas Hoult dkk bisa menjadi eyecandy tersendiri. Manis dan memikat he he he … Dan senang rasanya liat Om Kevin Bacon lagi …

Mc. Avoy sebagai Prof Xmuda yang fresh dan ga kaku

Michael Fassbender cocok banget jadi Magnetto 🙂

the villain … om kevin bacon

Bagi saya First Class benar-benar menyajikan sesuatu yang baru buat serial X-Men. Jalinan cerita yang kuat, sedikit komedi serta action yang didukung special effect yang baik menjadikan X-Men : First Class benar2 menghibur dan layak untuk ditonton. O ya seragam kuningnya juga mirip sama seragam X man jaman kartun dulu. Meski begitu saya tidak setuju kalo film ini dibikin sekuel lagi. Karena .. Well .. sangat tidak menyenangkan melihat McAvoy cuma duduk di kursi roda dan bertampang serius ha ha ha

Jadi berapa poin yang saya berikan untuk film ini ? No Wolverine .. No Hugh Jackman .. No Problem 🙂  3.5 dari skala 1 sampai 5

Uhm .. tambahan ga penting : Karakter favorit saya dalam X-Men adalah Beast

Advertisements

~ by zee on 2011/09/29.

One Response to “REVIEW : X-MEN : FIRST CLASS (2011)”

  1. Tambahan :

    Resensi novel Perjalanan Cinta di Negri Tetangga
    Judul :My First Tri Angel Love

    http://pobersonaibaho.wordpress.com/2011/01/21/resensi-novel-perjalanan-cinta-di-negri-tetangga/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: