Catatan Pagi


Pagi tadi ada kejadian yang cukup menyebalkan. Sebenarnya tidak berkaitan langsung denganku tapi menurutku wajar kalo aku merasa sebal. Orang-orang se-angkot juga jengkel kok. Untung aja angkotnya cepet berlalu. Tapi entah kenapa kejadian itu sangat membekas di otakku.
Ceritanya, tadi pagi pas berangkat ngantor naik angkot -nasib orang yg ga bisa naek motor :p – lewat di depan kampus A uner. Ada cewe -kayaknya mahasiswi- nyebrang ngawur aja. Asal slonong ga tolah -toleh kiri kanan. Gara2 itu seorang pengendara sepeda motor banting setir trus jatuh terguling2. Sepeda motornya muter kaya gasing. Ngeri. Kayaknya beberapa bagian motornya pecah. Untungnya saat itu suasananya rame tapi ga da yang ngebut. Jadi semua bisa mengendalikan kendaraannya. Ga nabrak si pengendara malang yang terkapar di tengah jalan. Mungkin cederanya juga ga terlalu parah jadi dia bisa langsung berdiri menuntun sepedanya.


Lalu apa yang dilakukan si biang kerok – mbak mahasiswa- Bukannya berhenti untuk nolong, eh dia malah senyam senyum sambil berjalan di atas pembatas jalan. Bener-bener menyebalkan. Aku ga tahu gimana kejadian selanjutnya, karena angkot keburu berlalu.
Aku membayangkan, andai saja saat pengendara motor itu terjatuh kemudian ada mobil yang ga sempat ngerem trus menabraknya, jadinya gimana ya ? Bsa saja dia terluka parah, koma atau bahkan meninggal. Trus ?? Gimana dengan keluarganya ? Gimana kalo dia punya anak istri ? Sebuah kejadian yang dibenak sebagian orang mungkin terlihat sederhana ternyata berakibat pada banyak orang.
Mungkin sebagian dari kita juga melakukan kebiasaaan2 kecil yang kita anggap remeh. Menerima telpon sambil nyetir, sms-an -aku pernah liat orang nyetir motor sambil sms-, ngebut karena tergesa-gesa ke suatu tempat atau ngantuk tapi dipaksakan nyetir juga, dan beberapa kebiasaan berkendara yang tidak aman lainnya. Coba ingat keluarga dan orang–orang yang mencintai kita di rumah. Ayah, ibu, anak, istri, teman-teman … semuanya.
Haahhh … sering aku nyumpah2 dalam hati kalau lihat orang sembarangan di jalan. Memangnya ini jalan bapak moyangnya apa ? Masih mending kalo dia celaka sendiri. Kalo dia juga mencelakakan orang gimana ? Apa masih kurang tuh berita di koran tentang kecelakaan yang diakibatkan kelalaian ? Apa masih mau nambah lagi ? Apa nyawa sudah begitu tidak berharga ?
Allah SWT menganugerahkan kehidupan bagi kita untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya. Hargailah kehidupanmu dan hargailah kehidupan orang lain ..

Advertisements

~ by zee on 2010/04/05.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: